Tuesday , January 18 2022
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Hati-Hati Dengan Alergi

Hati-Hati Dengan Alergi

Alergi itu bisa sangat berbahaya. Akhir pekan kemarin, kami sekeluarga mengalaminya. Penyebabnya sepele. Makan ikan tuna. Padahal, selama ini kami makan tuna tidak pernah ada alergi. Dibikin steak atau sandwich, tidak pernah ada masalah.

Berdasarkan literatur, ternyata alergen bisa timbul jika pasca tuna itu ditangkap penanganannya tidak tepat. Maka kalang kabutlah kami malam itu. Bersegera ke apotek untuk membeli anti histamin. Bila tidak, sekujur tubuh kami bengkak, memerah, dan gatal. Bahkan saya, kena di jantung yang berdetak diatas normal. Bahaya sekali. Alhamdulillah segera teratasi.

Tapi ada jenis alergi yang lebih berbahaya dari itu. Yaitu, alergi terhadap kebaikan orang lain. Tubuh kita bereaksi negatif kepada perilaku baik orang lain. Setiap kali seseorang berbuat kebaikan, jiwa kita meradang. Setiap kali teman kita beli mobil baru, kita meriang. Pokoknya nggak boleh liat orang lain lebih baik hidupnya dari kita. Kan repot.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Bahkan ada sebuah perguruan tinggi papan atas yang nama baiknya dicoreng moreng oleh ulah segelintir alumni tak tahu diri yang alergi terhadap alumni lainnya yang telah memberi beasiswa dibawah naungan Masjid Salman ITB. Giliran ada alumni lain pada korupsi bersama koleganya di kepengurusan negara, mereka mingkem. Kata anak kampus mah, kelakuan mereka itu GARelo pisan.

Alergi pada makanan itu biasanya akibat terlalu banyak histamin dalam tubuh kita. Histamin perlu, karena berperan penting dalam sistem imun dan neurotransmisi di system syaraf. Tapi kalau kebanyakan, dia bakal merusak badan dari dalam.

Alergi pada kebaikan orang lain, biasanya terjadi karena terlalu banyak sifat iri didalam hati. Terlalu banyak? Bukannya tidak boleh iri? Boleh. Tapi Rasulullah menjelaskan jenis iri seperti apa yang diperbolehkan. Misalnya, iri kepada orang yang Allah beri kelapangan harta lalu orang itu menggunakan hartanya untuk banyak bersedekah dan berinfak dijalan kebaikan.

Kita juga boleh iri kepada orang yang Allah beri ilmu, lalu ilmunya menjadi manfaat dan maslahat bagi masyarakat. Maka dengan iri dalam jenis dan dosis yang tepat itu, kita tidak membuli dan menyebar kebencian. Justru kita, akan saling berlomba untuk berbuat kebajikan.

Selamat Hari Jumat Sahabat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
Jika Kantor Anda Membutuhkan Offline Atau Online Training. Hubungi Kami.

Artikel sebelumnya:

Kepada Siapa Meminta Keringanan?

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:Clipart Gallery

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.