Thursday , May 13 2021
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Spiritualism / Mistery Yang 1 Dari 73 Golongan

Mistery Yang 1 Dari 73 Golongan

Akhir-akhir ini, banyak sekali orang yang mengaku Islam tapi berbuat aneh-aneh. Contoh, mencampuradukkan ibadahnya dengan ibadah agama lain. Atau mencemari praktek-praktek keislaman dengan aktivitas yang jelas musyriknya, dan terang benderang menyekutukan Allah. Mereka mengaku muslim, tapi tidak mau tunduk pada kitab suci dan tuntunan Rasulnya. Fenomena apakah gerangan ini?

Dalam sebuah hadits masyhur, Rasulullah telah mengabarkan bahwa akan tiba suatu zaman dimana umat Islam akan terbagi menjadi 73 golongan. Sabda Rasulullah itu, sudah terlihat fenomenanya sejak beliau wafat. Tentu tidak langsung menjadi 73. Mungkin 2 atau 3 atau 4. Lalu terus bertambah jumlahnya. Dan hari ini, semakin jelas lagi.

Firqoh-firqoh dalam Islam, semakin kelihatan. Bahkan ada yang berani mendeklarasikan jenis Islam baru kan? Yaitu Islam yang inti ajarannya bukan yang datang dari tanah tempat Rasulullah menyampaikan risalah. Melainkan Islam yang kekinian. Islam yang berisi kearifan lokalan. Yaitu Islam, yang lahir dari budaya sebuah negeri di timur. Maka mereka pun mendeklarasikan “Islam Negeri Timur”.

“Masing-masing golongan merasa kelompoknya paling benar,” demikian dalam hadits itu Rasulullah melanjutkan. Dan fenomena ini pun sudah sangat jelas kelihatan. Jauh sebelum Islam versi baru itu lahir, sudah banyak golongan yang merasa dirinya benar. Dan ciri mereka semua hampir sama, yaitu; menganggap golongan lainnya salah. Otomatis ya, kalau merasa kelompoknya yang benar; maka kelompok lain dihukumi salah. Bahkan, mereka mengklaim bahwa sorga; sudah dikavling-kavling untuk golongan mereka. Sedangkan golongan yang lain, tempatnya di neraka.

Jika ditanya kenapa kalian merasa yang paling berhak masuk sorga? Mereka punya jawaban standarnya. Katanya; “Bukan kami yang bilang begitu. Rasulullah sendiri yang mengatakannya….”
Mereka, tentu punya dalilnya.

“Adapun yang 72 golongan akan masuk neraka, dan 1 golongan akan masuk sorga.” Demikian sabda Rasulullah dalam teks lanjutan hadits itu. Maka semua golongan itu pun merasa bahwa golongannya adalah 1 golongan penghuni sorga yang dimaksud Rasulullah. Sedangkan yang bukan golongan mereka, bakal masuk neraka.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Lalu bagaimana mereka sedemikian yakinnya jika yang Rasulullah maksudkan itu adalah golongan mereka? Dahulu para sahabat bertanya; “Siapakah yang 1 golongan itu ya Rasulullah?” Jawab Rasulullah, “Maa anaa ‘alaihi wa ashaabii…”. Yaitu, golongan yang mengikuti jejakku, dan jejak para sahabatku.

Sekarang kita paham. Mengapa ada golongan yang begitu yakinnya bakal masuk sorga sembari menyatakan golongan lainnya masuk neraka. Karena, mereka merasa paling sesuai amal ibadahnya dengan Rasulullah dan para sabahat Rasul. Sedangkan 72 golongan lainnya, sesat dan bid’ah.

Kalau golongan Islam versi baru itu, jelas sekali sesatnya. Dan jelas pula bid’ahnya. Rasulullah dan para sahabat, tidak pernah mencampuradukkan ibadah dengan ibadah agama lainnya. Rasulullah dan 4 Sahabat utama, justru melarangnya. Jika disebut sesat atau bid’ah, sulit untuk membantah. Tapi golongan muslim lain, yang tidak kasat mata soal sesat dan bid’ahnya, bagaimana bisa memvonis mereka ahli neraka juga? Jawabannya sederhana; karena, mereka beda golongan dengan firqohnya. Yang masuk sorga itu hanya 1 golongan, dan itu; adalah golongan kami. Begitu postulatnya.

“Ya mau gimana lagi,” Kata mereka. “Rasul sendiri yang bilang begitu kok…”. Tegasnya. Maka makin percaya dirilah mereka untuk menjadi pewaris sorga bersama teman-teman yang segolongan dengannya. Golongan lainnya, out!

Disadari atau tidak, sesungguhnya mereka telah memanipulasi pernyataan Rasulullah. Mereka mengklaim bahwa Rasulullah memilih golongan mereka. Padahal sabda Rasulullah, maa ana ‘alaihi wa ashaabii….

Mereka tentu berdalih, ya kami yang memenuhi kriteria yang Rasulullah sebutkan itu. Karena cara ibadah kami, yang paling sesuai dengan sunnah. Harap Anda tidak tersinggung jika termasuk golongan yang juga berprinsip demikian. Pendapat Anda itu, baik. Sama seperti halnya saudara muslim Anda dari golongan diluar golongan Anda yang mereka pun merasa cara ibadahnya paling sesuai sunnah.

Anda benar tentang hadits itu. Anda juga tidak keliru kalau meyakini bahwa golongan Anda, berhak masuk sorga. Persoalannya adalah, Anda memaknai kata Nabi; “hanya 1 golongan yang masuk sorga” itu bagaikan sepotong kue favorit untuk diperebutkan. Lalu Anda bertingkah seperti anak kecil yang berebutan dengan anak kecil lainnya melalui argumen masing-masing yang sama lemahnya.

Sesungguhnya, golongan Anda dan golongan muslim lainnya itu perlu mengkaji lebih dalam tentang; petunjuk dari Rasulullah yang lebih spesifik. Yang tidak mungkin lagi bakal jadi perdebatan karena sifatnya mutlak. Sehingga akan disepakati oleh semua kaum muslimin dari golongan manapun. Itu yang harusnya dilakukan.

Sayangnya, guru-guru di golongan Anda mungkin tidak mengajak Anda untuk mengkaji petunjuk spesifik dari Rasulullah itu. Sehingga golongan Anda dan golongan lainnya sama bergairahnya untuk saling mengklaim sebagai umat yang satu itu. Padahal, semua golongan yang saling mengklaim itu, tidak cukup ilmu dan hikmahnya. Tidak pula kuat hujjahnya.

Hari ini. Saya akan perlihatkan kepada Anda petunjuk spesifik dari Rasulullah itu. Yang dengan petunjuk itu Anda jadi paham, golongan mana yang bakal menjadi penduduk sorga sebagaimana dimaksud Rasulullah. Dan hujjahnya, tidak akan bisa dibantah oleh golongan lainnya. Sehingga dengan hujjah itu, golongan Anda dan golongan lainnya tidak akan lagi bersyahwat untuk berfirqoh-firqoh dalam ashobiyah, melainkan larut dalam ukhuwah.

Sebelum saya tunjukkan sabda Rasulullah yang dimaksud, akan saya berikan catatan penting tentang hadist yang sudah kita bahas diatas. Kalimat “Maa ana ‘alaihi wa ashaabii…” itu, menempatkan hadits tersebut sebagai hadits yang berstatus gharib. Sudah paham soal itu? Begini penjelasannya.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Ada belasan hadits Rasulullah tentang 73 golongan itu. Redaksi awalnya sama atau senada semua. Yang beda adalah pada ujungnya, yaitu jawaban Rasulullah ketika ditanya oleh sahabat tentang siapa 1 golongan itu. Lafadz yang berbunyi “Maa ana ‘alaihi wa ashaabii..” itu, hanya terdapat dalam 1 hadits yang menyatakan redaksinya demikian. Sedangkan hadits-hadist lainnya, berbunyi: “Al-Jamaa’ah…” bukan maa ana ‘alaihi waashaabii. Kata nabi; “Al-jamaa’ah”. Begitu teksnya.

Nah. Hadits yang ujungnya “Al-jamaa’ah” itu, jumlahnya banyak. Dan derajatnya sahih. Sedangkan hadits yang berujung “maa ana ‘alaihi wa ashaabii..” itu hanya 1, gharib, dan derajat haditsnya hasan. Tapi, bagi golongan yang merasa kelompoknya paling sunnah sendiri, hadits yang berujung al-jamaa’ah itu kurang menguntungkan. Maka jadilah hadits berujung maa ana ‘alaihi wa ashaabii itu sebagai hujjah andalan mereka. Walaupun mereka tahu bahwa derajat haditsnya dibawah derajat hadist Al-Jamaa’ah. Hasan, berbanding Shahih.

Guru-guru favorit golongan Anda, sudah mengkaji sejauh itukah? Jika belum, silakan tanyakan kepada beliau. Ajak beliau untuk mengkajinya bersama saudara-saudara golongan Anda. Supaya Anda, benar-benar kokoh dalam berhujjah. Kaffah dalam berislam. Dan i’tashomu dalam ukhuwwah.

Sekarang, saya perlihatkan kepada Anda petunjuk yang sangat spesifik dari Rasulullah tentang siapa yang akan masuk sorga itu. Sebuah petunjuk yang tak akan diingkari oleh golongan manapun dari 73 golongan umat Rasulullah itu. Qoola Rasuulullaah sholallaahu ‘alaihi wasallam. Barangsiapa yang diujung hidupnya berucap laa ilaaha illaa Allah… dakholal jannah.

Sekarang, Anda tahu tanpa keraguan; 1 golongan manakah yang Rasulullah maksudkan dari 73 golongan itu. Maka mulai sekarang. Berhentilah mengklaim diri paling berhak masuk ke sorga dibanding saudara muslim yang lainnya. Karena Anda, sudah bertambah ilmunya. Jika karena kebiasaan dimasa lalu, kadang masih ada dorongan hawa nafsu untuk merasa benar sendiri maka tanyakan pada batin Anda: Siapakah yang dijamin dengan jannah? Lalu ingatlah petunjuk spesifik Rasulullah ini: Man kaana aakhiru kalaamihii laa ilaaha illaa Allah….

Tanyakan kepada guru ngaji Anda jika ada hal yang kurang jelas. Wallaahu a’lam bishshowaab.

Selamat Menyambut Ramadhan Sahabat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
Jika Kantor Anda Membutuhkan Offline Atau Online Training. Hubungi Kami.

Artikel sebelumnya:

Dimana Allah Berada?

NB. Dimasa pandemi ini, bagaimana cara Anda memperkuat imunitas tubuh? Kalau dengan probiotik, ada 2 opsi solusi: 1). Sarbu-SB19 (BPOM RI MD 266611004201) berisi probiotik dalam saribuah. Dan 2). INNERIMMUNE (Premium) berisi Probiotik Murni. Saya pribadi menggunakan INNERIMMUNE. Jika Anda mau coba ke-2 opsi itu; wa.me/62812-1989-9737

Infeksi virus itu bersifat SELF-LIMITING. Tubuh memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri. Dengan catatan, sistem pertahanan atau imunitas tubuhnya berfungsi dengan baik. Perkuat imunitas tubuh Anda.

Untuk bergabung dengan WAG Inspirasi kami, silakan ketik: Nama Lengkap # Dekadarus&Friends. Kirim ke wa.me/62812-1989-9737.

Catatan kaki:
Kebanyakan klien pelatihan saya adalah pelanggan lama yang sebelumnya pernah mengundang saya. Atau pelanggan baru yang mendapatkan rekomendasi dari klien lainnya. Ada juga yang PIC-nya pindah ke perusahaan lain, lalu mereka ‘membawa’ saya ke kantor barunya…. ? Thank you all!

Silakan teruskan kepada orang lain jika Anda nilai artikel ini bermanfaat. Dan tetaplah mengingat bahwa; Anda tidak perlu mengklaim sesuatu yang bukan karya tulis Anda sendiri. Meskipun Anda sudah berbuat baik, namun Tuhan; belum tentu suka tindakan itu (Natin & The Cubicle).

NB. Dimasa pandemi ini, bagaimana cara Anda memperkuat imunitas tubuh? Kalau dengan probiotik, ada 2 opsi solusi: 1). Sarbu-SB19 (BPOM RI MD 266611004201) berisi probiotik dalam saribuah. Dan 2). INNERIMMUNE (Premium) berisi Probiotik Murni. Saya pribadi menggunakan INNERIMMUNE. Jika Anda mau coba ke-2 opsi itu; wa.me/62812-1989-9737

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari: Wikipedia

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.