Sunday , November 28 2021
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Family / Buah Bosok

Buah Bosok

Ini kisah tentang sebuah keluarga yang tinggal di rumah kecil dan bersahaja. Dari cara hidupnya, orang tahu bahwa mereka tidak memiliki banyak uang. Rumah itu pun bukan miliknya. Hanya dikontrak saja.

Setiap hari Jum’at, anak laki-laki keluarga itu membeli buah di kios pinggir jalan tak jauh dari rumahnya. Dan buah yang dibelinya selalu sama. Yaitu, buah yang sudah bonyok-bonyok. Kalau tidak segera dimakan, buah itu pasti membusuk.

Pemilik lapak dan pembeli buah lainnya sudah hapal kebiasaan itu. Tentunya, pasti karena uang mereka tidak cukup untuk membeli buah yang masih bagus. Kadang sang pedagang menambahkan buahnya secara diam-diam. Karena anak itu menolak kalau diberi tambahan.

Suatu ketika ada orang kaya yang belanja buah disana. Diperhatikannya anak itu. Karena kasihan, dia mentraktirnya. Diberinya beberapa kilo buah yang bagus-bagus. Sang anak mengucapkan terimakasih. Lalu pulang dengan wajah riang.

Setelah orang kaya itu pergi. Anak itu datang lagi. Lalu membeli buah yang bonyok lagi. Tukang buah itu bertanya; “bukankah kamu sudah punya buah yang bagus? Kenapa beli buah bonyok lagi?” Dijawabnya; “saya mau beli buah yang itu”. Dia menunjuk tumpukan buah bonyok yang harganya sudah didiskon habis-habisan.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Jum’at berikutnya, dia datang lagi. Membeli buah bonyok lagi. Orang kaya itu turun dari mobilnya, lalu;”Ambil buah yang bagus nak, nanti ibu yang bayar…” katanya. Betapa dermawannya dia. Anak lelaki itu mengucapkan terimakasih. Lalu pulang.

Setelah orang kaya itu pergi. Anak itu datang lagi. Lalu membeli buah yang bonyok lagi. Tukang buah itu bertanya; “bukankah kamu sudah punya buah yang bagus? Kenapa beli buah bonyok lagi?” Dijawabnya; “saya mau beli buah yang itu”. Dia menunjuk tumpukan buah bonyok yang harganya sudah didiskon habis-habisan. Kejadian itu terus berulang seolah menjadi ritual setiap lepas jumatan.

Jum’at ini, orang kaya dermawan itu belanja lagi. Seperti biasanya dia menyesuaikan jadwal belanjanya dengan kebiasaan anak itu. Agar bisa bersedekah buah buat keluarganya. Lalu pergi seperti biasanya. Di perjalanan, dia kepikiran untuk membeli buah lain yang tadi dilihatnya. “Mesti nyobain buah itu,” pikirnya. Maka dia pun kembali lagi.

Saat itulah dia memergoki anak itu balik lagi membeli buah yang bonyok-bonyok. “Nak,” katanya. “Mengapa kamu masih membeli buah bosok itu? Bukankah kamu sudah punya buah yang bagus? Kalau masih kurang, sini ibu belikan lagi.” Tak diragukan betapa mulianya hati orang kaya itu.

“Ayah menyuruh saya membeli buah bosok itu,” jawabnya.

“Bilang sama ayahmu nak, kalau kamu mau buah ibu akan kasih sebanyak yang kalian butuhkan,” katanya.

“Iya.” jawabnya. Sejak saat ini, dia tidak perlu membeli buah bosok lagi. Demikianlah pikirnya. Tapi dia keliru. Ternyata, walaupun sudah diberi buah yang bagus-bagus anak itu masih membeli buah bosok lagi. Maka dia pun bertanya; nak, bukankah sudah dikatakan pada ayahmu tidak usah membeli buah bosok lagi?”

Anak itu mengangguk. “Apa kata ayahmu nak?” Tanya orang kaya itu.

“Ayah bilang kita tetap harus membeli buah bosok itu…” jawabnya.

“Kenapa?” Tanya sang orang kaya.
“Kata ayah,” jawabnya. “Bapak itu rugi kalau buahnya jadi busuk. Dan kata ayah, kita harus membeli buah bosoknya. Jadi besok dia bisa belanja lagi ke pasar induk…”

Sekarang orang kaya itu tahu alasan, mengapa keluarga sederhana itu selalu membeli buah bosok walaupun sudah disedekahi buah yang bagus-bagus. Orang kaya itu tersadar. Bahwa kekayaan hartanya, tidak sebanding dengannya.

Pedagang buah yang mendengar percakapan mereka terpana. Dipeluknya anak lelaki itu. Tak terasa matanya berkaca-kaca…

Selamat tahun baru, 1 Muharam 1443 Hijriyah.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner
Jika Kantor Anda Membutuhkan Offline Atau Online Training. Hubungi Kami.

Artikel sebelumnya:

Berita Tentang Kematian

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda membutuhkan offline atau online training, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:Sampaikan Walau Satu Ayat – WordPress.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.