Sunday , June 26 2022
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Mengapa Atasan Sering Sewenang-wenang?

Mengapa Atasan Sering Sewenang-wenang?

Hore!
Hari Baru, Teman-teman.

Beberapa hari lalu, jagad maya dikejutkan oleh sebuah video viral. Isinya tentang pimpinan di sebuah instansi yang memukul anak buahnya. Beberapa waktu sebelumnya juga terjadi di instansi lainnya. Di badan usaha swasta mungkin terjadi juga, tapi publik tidak mengetahuinya. Pertanyaannya adalah; apakah pantas seorang atasan melakukan kekerasan fisik terhadap anak buahnya?

Kalau bicara soal kepantasan, tentu kita sepakat jawabannya; tidak. Bahkan pemukulan terhadap karyawan masuk kategori pelanggaran berat yang sanksinya bisa sangat serius. Karena kita bukan otoritas pemberi sanksi, maka kita lihat dari sisi lainnya saja ya.

Kenapa seseorang atasan sampai memukul anak buahnya? Tidak mampu mengontrol emosi, itu penyebabnya. Tapi penyebab itu, sifatnya sangat superfisial. Dibalik penyebab superfisial itu, ada penyebab yang lebih mendasar. Yaitu, hilangnya kesadaran bahwa antara atasan dan bawahan itu; sederajat. Atasan yang tega memukul anak buah merasa derajatnya lebih tinggi dari anak buahnya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Jangan menganggap ini sepele. “Perasaan lebih tinggi derajat dari orang lain” merupakan biang keladi maraknya penindasan di semua sektor kehidupan. Hanya orang yang merasa lebih tinggi derajat yang menganiaya orang lain. Yang merasa lebih kaya merendahkan kaum miskin. Yang merasa punya jabatan menindas rakyat biasa. Yang merasa berilmu meremehkan orang awam. Benar demikian kan?

Sebaliknya, kesadaran terhadap kesamaan harkat dan martabat manusia mendorong kita untuk memanusiakan orang lainnya. Anda, kalau sadar bahwa sebagai manusia kita setara; enggak akan semena-mena kepada orang yang kedudukannya berada dibawah Anda. Sebaliknya, kalau merasa lebih mulia, lebih terhormat, lebih bermartabat; minimal bakal berharap mendapat perlakuan lebih dari orang lain. Maksimalnya, ya perilaku semena-mena itu. Bahkan mungkin lebih buruk lagi dari itu.

Dalam konteks ini, Allah sudah memberikan panduannya; “ Inna akromakum ‘indallaahi atqookum. Sesungguhnya, orang yang paling mulia dihadapan Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kamu.” Dalam konteks sosial, ‘yang paling taqwa’ itu termanifestasi dalam sikap, perilaku, dan hasil. Sehingga orang yang bertaqwa, sikapnya akan baik kepada orang lain maupun terhadap pekerjaannya. Orang yang bertaqwa, perilaku kerjanya maupun perilaku sosialnya akan baik juga. Dan orang yang bertaqwa, hasil dari kontribusinya juga pasti baik.

Kesimpulannya. Sahabatku, jadilah leader-leader yang bertaqwa. Agar cara memimpinmu pasti baik. Dan agar, buah dari kepemimpinanmu juga pasti baik. Bila bisa begitu, maka engkau menjadi manusia mulia. Yang kemuliaannya bukan semata karena kedudukanmu, melainkan karena ketaqwaanmu. Sehingga kehadiranmu, menjadi berkah bagi orang-orang yang berada dibawah kepemimpinanmu. Jadi, tidak sia-sia bila Allah meletakkkan amanah kepemimpinan itu di pundakmu.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
DEKA – Dadang Kadarusman.
Change Matter Learning Partner

Artikel sebelumnya:

Para Penyintas

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.