Monday , December 5 2022
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Loyalitas

Loyalitas

Menurut pendapat Anda, apa sih ukuran dari loyalitas? Ohya, kita bicara loyalitas dalam konteks pekerjaan ya.

Ada karyawan yang bekerja selama puluhan tahun, sejak mulai bekerja sampai pensiun. Tidak pernah pindah kemanapun. Tapi cara bekerjanya tidak seperti yang diharapkan oleh perusahaan. Maka kinerjanya, tentu terpengaruh.

Ada pula karyawan yang mendedikasikan seluruh kemampuan yang dimilikinya untuk perusahaan tempat kerjanya, tapi dia juga seneng banget pindah-pindah perusahaan. Lalu, siapakah diantara mereka yang layak disebut sebagai pegawai loyal?

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Tentu kita sepakat, bahwa karyawan loyal itu bukan yang kutu loncat. Lompat sana, loncat sini dalam sekejap. Bukan yang seperti itu. Kita juga sepakat bahwa karyawan loyal itu bukan pula yang betah berlama-lama di kantornya tapi perilaku dan hasil kerjanya tidak sesuai harapan.

Sesungguhnya perusahaan lebih membutuhkan karyawan yang memiliki komitmen untuk berkontribusi secara signifikan terhadap pencapaian perusahaan. Soal kontribusi ini, menjadi prioritas primadona dan paling utama.

Setelah kontribusi tinggi itu, perusahaan memiliki harapan yang kedua terhadap karyawannya. Apa harapan kedua itu? Stay with the organization, jangan pergi. “Tetaplah bekerja bersama kami”. Begitu mekanismenya.

Jadi. Bila perusahaan menganggap loyalitas karyawan itu penting; maka seorang karyawan bisa dianggap loyal kepada perusahaan bila (1) dia berkomitmen untuk berkontribusi besar terhadap perusahaan, dan (2) bila dia betah bekerja bersama mereka.

Seseorang, tidak bisa dikategorikan sebagai karyawan yang loyal; bila tidak memiliki kedua aspek itu. Kecuali loyalitas berupa klaim pribadinya saja.

Lalu apa manfaatnya buat karyawan yang bersangkutan? Setiap karyawan yang berkontribusi tinggi, tentu mendapatkan benefit dan kompensasi yang lebih tinggi dari perusahaan. Dan setiap karyawan yang berdedikasi serta berkinerja tinggi, selalu dijaga dan dimanja oleh perusahaan; supaya jangan pindah ke tempat lain.

Dengan demikian, loyalitas itu terbangun secara mutualistik. Karyawan loyal kepada perusahaan. Dan perusahaan sayang kepada karyawan. Maka hubungan mereka pun menjadi eternal.

NB: Menderita nyeri tumit dan telapak kaki? Cari tahu tentang GUAVANESTA untuk solusinya.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
Deka Dadang Kadarusman

Artikel sebelumnya:

Faktor Yang Menentukan

Disclaimer:
Saya tidak selalu mampu merespon balik komentar atau sanggahan atas tulisan ini. Karena berbagai keterbatasan yang ada pada saya. Terimakasih atas pengertiannya.

Jika kantor Anda ingin melakukan training terkait Leadership, Management dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Gambar dari:factohr

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.