Friday , March 1 2024
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Bisnis and Finance / Baiknya AI Itu Dikawani Atau Dilawani?

Baiknya AI Itu Dikawani Atau Dilawani?

Giliran para pekerja seni yang degdegan. Hari ini, Artifisial Intelligence sudah sampai di level bisa membuat karya seni yang mampu menyaingi manusia. Lukisan, desain interior, gambar dan foto buatan AI jauh lebih detail dan lebih kompleks daripada buatan manusia. Para seniman mulai ramai membahas perlindungan atas hak cipta mereka.

Pekan lalu, Universal Music Group mendesak platform hiburan seperti Spotify dan Apple memblok musik buatan AI yang menggunakan suara artis-artis mereka, setelah gubahan artifisal yang menggunakan suara mirip penyanyi Drake dan The Weeknd menjadi viral. Alasannya, pelanggaran hak cipta. Memang akhirnya lagu-lagu itu diblok, tapi pertanyaannya; sanggupkah mereka melawan invasi AI?

Jika kantor Anda ingin melakukan training bertema Leadership, Change Management & Organisation Transformation, dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Alih-alih menjawab pertanyaan itu, saya mengajak Anda untuk menyimak bagaimana Grimes menyikapi kemampuan AI dalam membuat komposisi musik dan mengkloning suara para artis. Musisi sekaligus produser dengan nama asli Claire Elise Boucher itu justru membuat pernyataan yang berbeda dengan UMG. Dia bilang; “I’ll split 50% of royalties on any successful AI generated song that uses my voice…” Aku akan membagi 2 royaltinya kalau ada yang sukses membuat lagu AI menggunakan suaraku, begitu bunyi cuitannya.

Menurut pendapat Anda, mana langkah yang akan membuat situasi Win-Win bagi semua pihak; tindakan Universal Music atau Grimes? Satu hal yang penting dipahami adalah; tidak ada seorang pun yang mampu menghentikan perubahan. Cepat atau lambat, perubahan itu pasti terjadi. Bila usia Anda sudah diatas 45 tahun, tentu Anda ingat bagaimana kita meninggalkan jaman mesin ketik menuju jaman komputer. Orang tua kita dulu, keukeuh untuk terus memakai mesin ketik; mereka menolak memakai komputer. Tapi coba lihat anak cucu kita sekarang; siapa yang tahu apa itu mesin ketik? Kalau ada yang tahu pun tak akan ada yang mau memakainya kan? Pada akhirnya kita sadar bahwa kehadiran teknologi membuat manusia lebih produktif dan menjadikan banyak hal dalam kehidupan kita lebih mudah.

Suka atau tidak, teknologi AI akan menggantikan perangkat, peralatan, atau metode yang kita pakai sekarang dengan kecepatan dan keakuratan yang jauh lebih intens daripada ketika dulu komputer menggantikan mesin ketik. Mustahil memusuhi AI. Bagaimana kita mau melawan sesuatu yang mungkin lebih pintar dari manusia yang paling pintar? Bagaimana kita mau bertempur dengan sesuatu yang lebih cepat, lebih cekatan, lebih bisa diandalkan dalam menangani penugasan dan lebih bersemangat saat melakukan perbaikan daripada manusia?

Grimes, memberi contoh bagaimana caranya ’embrace change’, merangkul perubahan itu. Mungkin, saat ini kita masih belum tahu; apa yang mesti dilakukan supaya kehadiran AI itu menjadi manfaat? Memang, segalanya butuh belajar. Dengan belajar itu nanti kita jadi tahu bagaimana memanfaatkannya. Kita sudah melihat, bagaimana para pengguna komputer mengungguli penggemar fanatik mesin ketik. Maka dalam 2 atau 3 tahun ke depan, kita akan melihat; bagaimana AI menjadi faktor penentu keunggulan orang-orang yang menjadikannya sebagai kawan.

Jika kita enggan berubah di dunia yang sedang sedemikian pesatnya berubah; kita akan ketinggalan. Tapi kalau berani untuk ikut berubah, kita akan menjadi bagian dari lahirnya cara baru untuk menikmati kehidupan sampai di puncak tertinggi yang belum pernah kita bayangkan.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
Deka Dadang Kadarusman
Author, Trainer & Public Speaker.
Training, Business Simulation, & Corporate Strategic Workshop.
Linkedin: Dadang Kadarusman

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-1989-9737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.
Artikel sebelumnya:

Perlukah Khawatir Pada AI?

#leadership, #leadershipdevelopment, #hr

Jika kantor Anda ingin melakukan training bertema Leadership, Change Management & Organisation Transformation, dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.