Friday , March 1 2024
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Bisnis and Finance / Penolakan Sekolah Terhadap Teknologi AI

Penolakan Sekolah Terhadap Teknologi AI

Cukup banyak pendidik di Amerika yang menolak penggunaan Artificial Intelligence oleh para pelajar. Alasan utamanya adalah; khawatir anak didik jadi bodoh karena segala jawaban atas tugas sekolah bisa didapatkan di AI. Bikin skripsi pun tinggal tanya AI, lalu dicopy. Kemudian di paste-kan. Selesai. Sekolah menganggap AI menjadikan murid malas berpikir dan melakukan plagiasi. Di Indonesia, fenomenanya sama. Ada skeptisme institusi pendidikan terhadap AI. Apakah mesti bersikap demikian?

Akhir pekan kemarin, saya memfasilitasi kelas yang dihadiri para pengelola dan petinggi insitusi pendidikan vokasi industri. Bagi saya, ini merupakan event berharga. Karena lewat forum seperti ini bisa mengajak para pendidik untuk melihat dari sudut pandang yang lain sehingga cara berpikir para pendidik terhadap AI menjadi lebih terang benderang.

Jika kantor Anda ingin melakukan training bertema Leadership, Change Management & Organisation Transformation, dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Ada banyak alasan kenapa AI wajib dipelajari oleh siswa. Karena keterbatasan ruang, saya hanya akan membahas 2 yang paling pokok. Pertama, sekolah harus menjadi tempat anak didik mempersiapkan diri menghadapi masa depannya. Kita semua tahu bahwa dimasa depan, hampir semua aspek kehidupan ditopang oleh teknologi AI. Bagaimana anak-anak kita akan siap menghadapinya bila sekolah justru menjauhkan mereka dari teknologi masa depan itu?

Kedua, industri sekarang tengah giat-giatnya melakukan uji coba untuk menerapkan AI. Meskipun masih banyak kekurangannya, tapi tidak bisa dihindari bahwa nanti; semua perusahaan akan memakai AI seperti hari ini semuanya menggunakan internet. Bagaimana mungkin anak didik kita bisa memenuhi tuntutan industri setelah lulus nanti, bila saat sekolah; mereka dilarang menggunakan AI?

Seharusnya, anak didik kita dilatih untuk menggunakan terknologi AI; bukan dilarang oleh dosen atau sekolah. Anak didik kita, mesti sejak dini disiapkan menjadi pengendali atau pengguna teknologi AI sehingga begitu selesai kuliah, mereka memasuki dunia kerja dengan keterampilan mumpuni dalam menggunakan teknologi yang dipakai di industri. Bila tidak, kelak mereka akan menjadi generasi gagap teknologi sehingga beresiko ditolak oleh dunia kerja. Sekolah mesti selaras dengan pergerakan Industri.

Penelitian yang dilakukan Resume Builder menunjukan bahwa 91% perusahaan terkemuka telah atau akan menerapkan kebijakan perekrutan yang mengharuskan calon pegawainya punya pengalaman AI. Untuk entry level karyawan yang jago AI, mereka berani membayar $200K hingga $300K. Mengapa mereka berani bayar dengan angka yang fantastis? Karena kandidat yang terampil AI diyakini bakal bisa berkontribusi secara signifikan dimasa depan, dan jumlahnya sangat langka sekali.

Kita mesti paham bahwa kelak, lapangan kerja akan dikuasai oleh orang-orang yang memiliki kemampuan tinggi menggunakan teknologi AI. Bapak dan Ibu dosen, berikan ruang kepada anak didik Anda untuk berlatih menggunakan teknologi AI; sejak dini.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
Deka Dadang Kadarusman
Author, Trainer & Public Speaker.
Training, Business Simulation, & Corporate Strategic Workshop.
Linkedin: Dadang Kadarusman

Jika Anda ingin mendapatkan update article saya via WA silakan bergabung dengan Group WA “Dekadarus And Friends” di nomor : 0812-1989-9737. Sebutkan (1) Nama dan tulis (2) “Dekadarus And Friends Group”. Jumlah member terbatas.

Artikel sebelumnya:

Baiknya AI Itu Dikawani Atau Dilawani?

#leadership, #leadershipdevelopment, #hr

Jika kantor Anda ingin melakukan training bertema Leadership, Change Management & Organisation Transformation, dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.