Wednesday , February 28 2024
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Paradox Antara Value Dan Follower

Paradox Antara Value Dan Follower

Di sebuah media berbahasa inggris, seseorang menulis; “Aku membutuhkan tutorial untuk suatu hal penting. Akhirnya kudapatkan dari orang yang memiliki follower 12.”

Ternyata postingan ini menarik perhatian. Komentar berseliweran sehingga diskusinya jadi ‘hidup’. Ada 2 hal yang membuatnya menarik. Pertama adalah tentang betapa bernilainya konten tutorial orang itu, sehingga memberi manfaat buat orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang dibuatnya berisi kebaikan dan bersifat konstruktif bagi kehidupan.

Jika kantor Anda ingin melakukan training bertema Leadership, Change Management & Organisation Transformation, dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

Kedua, betapa sedikitnya jumlah follower yang subscribe pada media orang itu. Hanya 12. Hal ini menunjukkan tingkat keterhubungan publik terhadap orang-orang yang menebarkan pikiran positif dan hasil karya yang bernilai. Disisi lain, akun-akun yang menyajikan konten ecek-ecek bahkan kadang dikatakan menyampah; justru diikuti oleh ribuan hingga jutaan subscriber.

Fakta ini memperlihatkan paradox antara value atau nilai yang terkandung dalam hasil karya digital, dengan jumlah orang yang mengikutinya. Padahal, ada sebuah rumusan yang sampai saat ini masih valid, yakni: You are what you eat. Anda adalah apa yang Anda makan. Tubuh kita, pikiran kita, mentalitas kita, hidup kita; dipengaruhi oleh makanan kita. Dan satu lagi, You are what you read. Anda adalah apa yang Anda baca. Pikiran kita, mentalitas kita, tindakan kita, hidup kita; diwarnai oleh apa yang kita baca.

Tapi, apakah manusia dijaman ini masih suka membaca seperti halnya generasi lama? Kelihatannya sekarang kita lebih suka menonton ya. Kalau begitu, rumusannya berubah menjadi; You are what you tonton. Tubuh kita, pikiran kita, mentalitas kita; dipengaruhi oleh kualitas tayangan yang kita saksikan. Hidup kita, dipengaruhi oleh konten apa yang kita tonton.

Ungkapan ini menyiratkan 2 makna. Pertama, bila berada pada posisi sebagai consumer. Maka lebih banyaklah mengkonsumsi tayangan-tayangan yang bernilai. Yang memiliki value, yang berbobot, yang bermanfaat. Tayangan lainnya, cukup tahu saja dan hanya sesekali saja melihatnya.

Kedua, bila berada pada posisi sebagai producer. Maka lebih banyaklah memproduksi konten-konten yang bernilai. Yang memiliki value, yang berbobot, yang bermanfaat. Hindarilah membuat konten yang hampa makna, atau kelakar kontroversial yang sekedar mengejar predikat viral; namun tidak bermanfaat buat masyarakat.

Tetapi, bukankah akan selalu ada content creator yang sekedar mengejar popularitas, demi menarik follower; tanpa peduli kualitas tayangannya? Well, tidak sedikit juga content creator yang tayangannya memiliki value tinggi dan followernya banyak kan? Jadi, ini adalah soal misi pribadi. Apakah akan menjadi penyaji nilai-nilai kebaikan, ataukah sekedar mengejar keviralan? Kabar baiknya, sajian bernilai tinggi memiliki peluang untuk viral. Sedangkan yang ‘asal viral’, sudah jelas mengesampingkan tata nilai. Wahai orang baik, mari hasilkan karya-karya yang baik.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
Deka Dadang Kadarusman
Linkedin: Dadang Kadarusman

Artikel sebelumnya:

Bravo-T! : Jalan Keluar Dari 6 Jebakan

#leadership, #leadershipdevelopment,

Jika kantor Anda ingin melakukan training bertema Leadership, Change Management & Organisation Transformation, dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.