Wednesday , February 28 2024
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Personal Development / Orang-Orang Kelas Menengah

Orang-Orang Kelas Menengah

Tepat tanggal 31 desember lalu. Saya menghabiskan waktu di salah satu sudut ruangan tempat tinggal kami. Ternyata, banyak sekali benda-benda yang sudah sangat lama tidak kami pakai. Yang lebih parah lagi, ada beberapa paket online shop yang masih utuh dan kemasannya belum dibuka.

“Kaka, ini belanjaan kamu sejak kapan belum dibuka-buka?!” Saya menyodorkannya kepada anak sulung kami. “Hah, iyakah?” Begitu responnya. “Iyakah, iyakah. Ngapain kamu beli-beli kalau nggak dipakai?”

Jika kantor Anda ingin melakukan training bertema Leadership, Change Management & Organisation Transformation, dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

“Oh, ini dispenser buat wadah makanan kucing,” akhirnya dia ingat isinya. Saya melotot dengan sedikit drama. Memang mesti ada dramanya, karena ada paket utuh lainnya atas nama diri saya sendiri. Benar-benar parah ini mah. Gak anak, gak ayah. Sama saja.

Dalam pembongkaran selanjutnya, kami mendapatkan setumpuk buku, berbagai pernak-pernik, dan beragam benda lainnya. Antara 100% baru atau masih berfungsi dengan baik, sehingga sangat menggoda untuk ‘menyimpannya’. What? Menyimpannya? “Tidak!” Dengan tegas saya katakan. “Kita hanya menyimpan benda-benda yang benar-benar dipakai saja. Yang lainnya, berikan kepada orang lain yang dapat menggunakannya.”

Apakah di keluarga lain keadaannya seperti itu? Khususnya orang-orang kelas menengah seperti kita. Dugaan saya, tak jauh beda. Orang-orang kelas menengah itu kan punya kebiasaan membelanjakan uangnya. Kalau punya uang, rasanya gatal sekali ingin belanja-belanji. Padahal, sebenarnya segala kebutuhannya sudah cukup tersedia. Pokoknya setiap pegang uang, pengennya tengak-tengok toko online. Walhasil, tanpa disadari; rumahnya beralih fungsi menjadi gudang. Tipikal kelas menengah.

Berbeda dengan orang-orang kelas atas yang konon gemar mempekerjakan uangnya untuk menggaet lebih banyak uang lagi, orang kelas menengah seperti kita; gemarnya gonta ganti barang – walaupun sebenarnya barang yang sudah ada, lebih dari sekedar masih layak pakai. Harus dikoreksikah? Tidak. Biarkan saja setiap orang mengambil jalan yang dipilihnya. Bahkan perlu disyukuri, karena sifat kaum kelas menengah itu menjadi penggerak utama roda ekonomi negara. Kalau orang kelas bawah, terlalu banyak mikir bila mau belanja; duwitnya dari mana? Sedangkan orang kelas atas, belanjanya mungkin tidak disini.

Yang perlu dibenahi dari perilaku orang kelas menengah adalah; setiap kali membeli barang baru, maka barang lama harus langsung dilengserkan ke bawah. Sehingga, orang kelas menengah memakai barang baru; sedangkan orang kelas bawah yang mendapat lengseran, bisa memakai barang bekas yang buat mereka tetap terasa baru.

Dengan cara itu, denyut kehidupan menggeliat di semua lapisan. Orang kelas atas mendapatkan uang lebih banyak, orang kelas menengah tersalurkan hobi belanjanya, orang kelas bawah; ikut merasakan kenikmatan memakai barang-barang bagus walaupun bekas. Dan, pojok-pojok ruangan; tidak lagi jadi gudang tumpukan barang.

Salam hormat.
Mari Berbagi Semangat!
Deka Dadang Kadarusman
Linkedin: Dadang Kadarusman

Artikel sebelumnya:

Refleksi – Hidup Di Dunia Orang Lain

#leadership, #leadershipdevelopment,

Jika kantor Anda ingin melakukan training bertema Leadership, Change Management & Organisation Transformation, dan People Development, silakan hubungi DeKa di 0812-1989-9737 atau dkadarusman@yahoo.com

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.