Wednesday , February 28 2024
Topik Pelatihan Dari Dadang Kadarusman>>>
You are here: Home / Natural Intelligence / Proyek Bersama Ibunda

Proyek Bersama Ibunda

Menjelang usianya yang hampir 70 tahun, ibunda aktif mengikuti beragam pengajian di berbagai tempat. Hampir setiap Jumat pagi ibunda mengkoordinir keberangkatan rombongan ibu-ibu menuju pengajian di sebuah tivi swasta lokal.

Beliau bukan seorang ustadzah, melainkan seorang murid yang gemar mendengarkan penjelasan tentang keindahan ajaran Al-Islam. Ghirahnya untuk mempelajari kalam Ilahi, tak pernah meredup. Bahkan semakin berbinar seiring masa senjanya. Saya pribadi, malu bila tidak meneladaninya. Dan kami pun berusaha untuk sama-sama belajar. Sesekali kami saling memberikan nasihat. Dari ibu ke anak, dari anak kepada ibundanya.

Kami berada di kota berbeda, sehingga proses saling belajar itu terhalang oleh jarak. Namun, kami menemukan solusinya: menyajikannya dalam video. Ukuran file video menjadi kendala lainnya. Maka kami pun menitipkannya di youtube. Dengan begitu, ibunda dapat mengakses setiap video yang saya buat. Selain ‘tawaa shoubil haqqi wattawaa shoubis sobri’ dengan ibunda, saya niatkan pula sebagai wasiat untuk anak-anak saya; bila kelak mereka sampai kepada umur ‘ingin mulai memahami agama ini’. Entah kapan. Mungkin nanti kalau mereka sudah pensiun, atau lebih awal dari itu. Semoga mereka bisa menjadikan video ayahnya sebagai salah satu rujukan.

Selama beberapa bulan berjalan, yang menonton video itu hanya ibunda saja. Tidak ada orang lain. Beliaulah pendengar sejati channel youtube itu. Jumlah viewernya hanya satu. Subscribernya juga hanya satu. Yang like cuma satu. Dan yang komentar pun hanya satu. Ya beliau itu.

Ketika kajian Al-Quran itu sampai pada ayat ke 43 atau 44 surah Al-Baqoroh, mulai timbul kekhawatiran dalam hati saya karena; saya ini bukan ustad. Dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki, tidak akan mampu mengkaji lebih jauh lagi. Akhirnya, saya memutuskan untuk berhenti. Semua video yang sudah ada; saya hapus dari youtube. Saya benar-benar berhenti.

Namun, bukan berhenti dari proyek bersama ibunda itu. Melainkan berhenti mengkaji ayat demi ayat berdasarkan ilmu saya sendiri, lalu berganti dengan membacakan kitab tafsir yang berkualitas tinggi; agar isi kitab itu bisa didengar oleh ibunda.

Dengan begitu, isi video kajian bukan lagi hasil pemikiran saya. Melainkan kitab yang ditulis ulama mumpuni, sedangkan peran saya hanya membacakannya saja. Saya memilih Kitab Tafsir Ibnu Katsir untuk kami pelajari. Kitab yang amat berat, namun sangat berarti buat bekal hidup kami.

Pada akhir bulan November 2023, Ibunda tidak bisa menghadiri kajian di tivi lokal karena merasa kurang sehat. Pada bulan desember, beliau memasuki fitrahnya sebagai orang yang sudah sepuh. Sekalipun begitu, beliau masih menyimak kajian tafsir Ibnu Katsir melalui channel youtube kami.

Pada akhir tahun 2023, beliau tidak lagi dapat menggunakan smart phonenya untuk mengaji. Maka pada awal Januari 2024, tafsir Ibnu Katsir itu saya sajikan dalam bentuk mp3 agar beliau masih bisa mendengarkannya dari pembaringan.

Pada tanggal 14 Januari 2024, kondisi beliau drop. Hingga memerlukan perawatan di rumah sakit. Kemudian pada dini hari keesokan harinya, beliau berpulang ke rahmatullah. Tanggal 15 Januari itu, menjadi akhir kebersamaan kami mengkaji ayat demi ayat Al-Qur’anul Karim bersamanya. Kepergian orang terkasih sungguh membuat hati perih. Namun dibalik kesedihan itu, terbersit keyakinan bahwa; kepergiannya ditemani oleh cahaya Al-Quran, yang akan menjadi penerang alam kuburnya. Dan menjadi pemberi syafa’at alam hisabnya.

Dengan kepergiannya, beliau meninggalkan cukup banyak harta warisan. Dan salah satu warisan yang beliau tinggalkan adalah; seorang putera yang bertekad untuk meneruskan kegemaran beliau dalam mengkaji tafsir Al-Qur’an. Sebagaimana telah beliau pesankan.

Walaupun ibunda tidak lagi bisa menyimaknya, namun semoga berkahnya sampai kepada beliau. Karena sebagaimana para ulama menjelaskan hadits Rasulullah:”Bacalah Al-Qur’an. Sesungguhnya, Al-Quran akan datang pada hari kiamat; untuk memberi syafa’at kepada orang yang membacanya.

Insya Allah, telah diniatkan untuk melanjutkan proyek bersama ibunda itu. Semoga Allah mencukupkan umur dan memberikan kekuatan untuk membacakan tafsirnya hingga khatam. Hasbunallah, wala haula wala quwwata illa billah.

Allahumagfirlahaa, warhamhaa, wa’afihaa, wa’fu’anhaa…

N.B: Bila Anda ingin ikut menyimak tafsir Al-Quran yang senantiasa diikuti oleh ibunda semasa hidupnya, silakan cari di youtube channel: BACAKITABOI.

Salam.
Semoga kehidupan kita, senantiasa diterangi cahaya Al-Quran.

About Dadang Kadarusman

Dadang Kadarusman
Dalam bidang pelatihan, Dadang merupakan salah satu dari hanya sedikit trainer di Indonesia yang telah menulis dan mempublikasikan ribuan artikel dan buku-buku pengembangan diri. Dadang juga berbicara di radio, tampil di televisi, manulis berbagai artikel dalam jurnal Human Capital, serta berbagai macam publikasi lainnya. Dadang mengukuhkan dirinya sebagai pionir dalam bidang Natural Intelligence yang masih sangat jarang dimiliki dunia saat ini. Pada Februari 2011 Dadang terpilih sebagai The Best Performer Trainer dalam event Trainer BootCamp yang diselenggarakan oleh Indonesia Inspiring Movement. Dadang membawakan program-program pelatihannya dengan antusias, menyenangkan, interaktif disertai dengan contoh-contoh aktual yang Dadang tunjukkan langsung dihadapan peserta. Dadang, tidak hanya bicara tentang teori. Melainkan mencontohkan bagaimana cara melakukannya dengan cara yang kreatif, interaktif dan variatif. Untuk mengundang Dadang bicara di perusahaan Anda, silakan hubungi 0812 19899 737.

Comments are closed.